Jumat, 06 Desember 2013

Berita Fundamental AS Mendukung Spekulasi ‘Tapering’ Fed

sumber: MONEXNEWS.COM

Data-data ekonomi AS terbaru yang lebih baik dari perkiraan sebelumnya semakin memacu spekulasi bahwa Federal Reserve akan memulai pengurangan program stimulus lebih cepat dari harapan.

Laporan Departemen Tenaga Kerja AS pada hari Kamis menunjukkan jumlah pekerja yang mengajukan aplikasi baru untuk memperoleh tunjangan pengangguran turun sebesar 23.000 sepanjang pekan lalu menjadi 298.000. Selain merupakan yang terendah sejak awal September, angka tersebut juga mementahkan ekspektasi kenaikan menjadi 325.000 dari para ekonom. Sedangkan rata-rata klaim dalam 4-minggu, yang dinilai lebih sesuai untuk menggambarkan tren pasar tenaga kerja, turun sebanyak 10.750 ke level terendah sejak akhir September menjadi 322.250.

Sementara dalam waktu bersamaan Departemen Perdagangan AS merevisi naik pertumbuhan GDP AS untuk kuartal ke-3 menjadi 3,6% dari publikasi awal yang sebesar 2,8%. Namun sejumlah analis menilai bahwa laju pertumbuhan tercepat dalam 1 tahun ini lebih didorong oleh penumpukan persediaan yang mencapai level tertinggi sejak tahun 1998. Pertumbuhan bisa berbalik merosot tajam pada kuartal ke-4 jika perusahaan menambah persediaan barang dalam kecepatan yang lebih lambat, menurut para analis tersebut.

Dengan serangkaian data ekonomi AS terbaru yang solid, bagaimanapun, pelaku pasar nampaknya masih tetap menantikan rilis data ketenagakerjaan AS hari Jumat besok untuk mempertimbangkan peluang terjadinya tapering program stimulus oleh Fed. Non Farm Payrolls AS diperkirakan akan menunjukkan pertumbuhan 180.000 lapangan kerja baru pada bulan November setelah mencatat kenaikan sebesar 204.000 pada bulan Oktober. Tingkat pengangguran AS diprediksi juga akan mengalami penurunan menjadi 7,2% dari sebelumnya 7,3%. Hasil yang lebih baik dari ekspektasi akan semakin memperkuat spekulasi bahwa bank sentral AS bisa mulai memperlambat laju pembelian $85 milyar obligasi per bulan dalam rapat kebijakan 17-18 Desember mendatang.?(vid)
dikutip dari:


Kamis, 05 Desember 2013

Hati-hati Efek Pasca Pemilu pada Rupiah


Sumber: Liputan6.com
Pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) bakal terus menjadi perhatian publik paling tidak sampai akhir 2013. Bahkan, kurs rupiah diyakini takkan lagi kembali di bawah level 10.000 per dolar AS.

Chief Ekonom Bank Danamon Anton Gunawan memprediksi posisi rupiah pada akhir 2014 akan berada sedikit di bawah level 11.000. Prediksi tersebut muncul karena rupiah bakal memiliki titik stabilitas baru pada tahun depan yaitu di di atas 10.000.

"Tahun depan hingga akhir tahun ya, rupiah di level 10.000-10.500, kami harapkan tidak sampai tembus 12.000, makanya tergantung sentimennya," ungkapnya di Gedung Bank Indonesia, Jakarta, Rabu (4/12/2013).

Anton menilai, kebijakan moneter yang dilakukan para pemangku kepentingan di Indonesia sebenarnya sudah tepat. Sayangnya, pergerakan rupiah saat ini justru lebih cenderung dipengaruhi sentimen dari luar negeri khususnya isu pengurangan dana stimulus (tapering off) The Federal Reserves.

Sementara dari dalam negeri, sentimen yang banyak mempengaruhi kurs rupiah berasal dari defis tneraca transaksi (Current Account).

Menurut Anton, gerak rupiah tahun depan kemungkinan bakal banyak dipengaruhi oleh aktivitas Pemilihan Umum (Pemilu). Meski secara historikal selalu menyumbang pertumbuhan ekonomi 0,2%, namun fokus perhatian yang harus dicermati berbagai kalangan adalah pasca Pemilu.

"Kalau muncul gejolak-gejolak karena tidak puas siapa pemimpinnya, itu sentimen yang harus diperhatikan," terangnya.

Seperti diketahui data Valuta Asing (Valas) Bloomberg kembali mencatat ambruknya rupiah ke level 12.005 per dolar AS.

Tanda-tanda pelemahan rupiah hari ini sudah terlihat sejak pembukaan perdagangan. Rupiah dibuka melemah ke level 11.948 dari penutupan sehari sebelumnya di posisi 11.888 per dolar AS. Pelemahan rupiah juga tercatat di dalam data RTI. Hingga pukul 11.30 WIB, rupiah terpangkas 130 poin ke level 11.879 per dolar AS. (Yas/Shd)

Rabu, 04 Desember 2013

Jepang Siapkan Paket Stimulus Sebesar $53 Milyar Pada Pekan Ini



sumber berita: Monexnews.com
Jepang akan menyusun paket stimulus ekonomi pada pekan ini yang bernilai sekitar $53 milyar untuk mendukung perekonomian menjelang kenaikan pajak penjualan nasional di bulan April, kata orang yang mengetahui hal tersebut pada hari Selasa.
Ukuran dari paket tersebut, yang di susun di bulan Oktober oleh Perdana Menteri Shinzo Abe, akan berada di kisaran 5.4 triliun yen ($52.43 milyar) sampai 5.6 triliun, kata nara sumber tersebut kepada Reuters.
Para menteri di pemerintahan mengatakan bahwa paket tersebut diperlukan setidaknya sebesar 5 triliyun yen untuk meredam hantaman ekonomi pada kenaikan pajak, yang merupakan langkah terbesar Jepang dalam sedekade ini untuk membatasi utang yang sangat besar.
Pemerintah akan menyusun jumlah paket yang “efektif” untuk dana yang “sekitar di atas 5 triliyun yen,” kata Yasuhiro Hanashi, sekeretaris keuangan parlemen kepada panel dari Partai Liberal Democratic Abe.
Pemerintah akan memutuskan langkah tersebut pada hari Kamis, namun untuk jumlah pastinya tidak akan di umumkan sampai Kabinet menyetujui anggaran tambahan pada tanggal 12 Desember, kata nara sumber tersebut.
Nara sumber tersebut mengatakan pada pekan lalu bahwa anggaran, yang termasuk langkah-langkah stimulus akan bernilai sekitar 7 triliun yen.
Pelonggaran moneter yang besar dari BOJ dan pengeluaran pemerintahan Abe yang yang tinggi sukses angkat Jepang dari deflasi yang sudah berlangsung selama 15 tahun dan pertumbuhan yang moderat. 
(fsyl)
dikutip dari: 
http://www.seputarforex.com/berita/forex/detail.php?nid=144950&topic=jepang_siapkan_paket_stimulus_sebesar_53_milyar_pada_pekan_ini